Kamis, 08 Mei 2014

Rahasia Desain Kemasan Yang Menjual



Rahasia Desain Kemasan Yang Menjual

faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tampilan  kemasan yang menjual adalah :
1. Pilih desain yang sesuai dengan target market Anda.
Menyesuaikan desain dengan target market Anda. Misalkan Anda mempunyai produk biskuit dan target market anda anak-anak, kemudian produk Anda menggunakan tema desain vintage, pantas lah ga laku. Seharusnya Anda menggunakan warna-warna ceria atau gambar kartun untuk menarik anak-anak memaksa orang tuanya membelikan biskuit tersebut. Jadi ingat, pilih desain sesuai dengan target market Anda. Salah pilih, fatal akibatnya.

2. Pilih warna yang sesuai dengan karakter produk Anda.

Anda ingin menampilkan karakter apa pada produk Anda? Andaikan Anda ingin menampilkan karakter maskulin, lebih baik Anda tidak menggunakan warna-warna feminim seperti pink atau kuning muda. Oh iya, ingatlah satu hal ini, otak selalu memproses visual lebih cepat dibandingkan faktor lainnya. Untuk hal ini Anda lebih baik mengenali karakter-karakter warna di dunia bisnis.

3. Pilih warna yang belum digunakan oleh kompetitor Anda.
Misalkan kompetitor Anda berwarna biru, Anda harus mengambil warna selain warna yang digunakan oleh kompetitor Anda. Hal ini berguna agar brand identity Anda dapat dengan mudah dikenal oleh konsumen. Contoh Pepsi Cola yang menggunakan warna biru, sedang Coca Cola memilih warna Merah, Root Beer Cola menggunakan warna coklat.







Contoh lain adalah Aqua dan Ades. Aqua menggunakan warna biru, sedangkan Ades yang dioperasionalkan oleh Coca Cola Company memilih warna hijau sebagai warna dominan botolnya. Sedangkan Cleo memilih menggunakan warna orange.

Bagimana kalau semua warna sudah dipakai oleh kompetitor sejenis? Berarti itu adalah tanda persaingan di lini bisnis Anda sudah berdarah-darah, Anda akan menghadapi banyak kompetitor di lini bisnis tersebut. Solusinya Anda bisa menciptakan warna lain, seperti Tiffany Blue yang digunakan oleh Tiffany & co.

4. Kemasan Anda harus berevolusi mengikuti trend & selera target market Anda.
Faktanya sebagus dan sekeren apapun kemasan Anda, ternyata konsumen masih dapat melupakan begitu saja kemasan Anda. Yah, manusia memang cepat bosan. Tapi tenang saja, selalu ada solusi untuk setiap permasalahan. Kemasan Anda harus terus berevolusi sehingga konsumen tidak cepat bosan pada kemasan Anda.
Ingat, karena konsumen Anda juga mengikuti trend, dan mengalami perkembangan selera, Anda juga harus dapat memfasilitasi hal tersebut. Coca Cola adalah salah satu brand yang cukup aware tentang hal tersebut. Setidaknya Coca Cola telah mengalami evolusi desain lebih dari 15 kali sejak tahun 1955 hingga 2010 hanya dari kalengnya saja.

5. Kemasan Anda harus menampilkan identitas target market Anda.
Wah betapa bangganya menenteng tas belanjaan LV. Atau betapa kerennya ketika membawa tumbler Starbucks. Kemasan telah mengalami evolusi menjadi identitas seseorang. Seseorang yang menenteng tas belanjaan LV, secara alam bawah sadar menganggap dirinya adalah seseorang yang mampu secara finansial untuk membeli produk LV, atau seseorang yang mempunyai selera tinggi dalam bidang fashion.

Sedangkan orang yang membawa tumbler Starbucks, secara alam bawah sadar menganggap dirinya adalah pecinta kopi. Ternyata desain kemasan juga dapat menghipnosis orang juga ya... Tapi tentunya harus didukung dengan branding yang kuat.

6. Gunakan moment tertentu sebagai tema desain kemasan Anda

Desain kemasan yang unik pada hari perayaan tertentu memberikan suasana baru pada produk Anda. Pada momen-momen seperti hari Natal dan hari raya Lebaran masyarakat pada umumnya lebih royal membelanjakan uangnya. Mengapa tidak memanfaatkan momen-momen ini untuk meningkatkan profit Anda?

7. Kemasan Anda harus ergonomis dari sisi fungsi dan harga.
Sebenarnya ini adalah bagian dari pekerjaan graphic designer Anda, tapi setidaknya Anda harus mengetahui kriteria desain kemasan yang ergonomis dari sisi fungsi dan harga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar